Liverpool Bungkam Manchester City 3-0: LONDON (Lampost.co)-- Liverpool boleh tersenyum puas k ala menjamu Manchester City pada leg pertama perempat final Liga Champions 2017--2018, Kamis (5/4/2018) dini hari. Skuat asuhan Juergen Klopp itu menang 3-0 tanpa balas atas Citizens.
City mengambil inisiatif serangan meski... selengkapnya baca lampost.co
Seghimol
'Seghimol' dalam bahasa Lampung yang berarti Srigala. Hewan ini ternyata juga hidup di Lampung, dan menjadi musuh warga yang peternak ayam atau unggas lainnya. Tapi seghimol juga menjadi hewan penjaga yang sangat berani. Asal jangan jadi 'Seghimol Bukawai Napuh'
Kamis, 05 April 2018
Selasa, 27 Maret 2018
Irjen Sudjarno Cek Kesiapan Polda Lampung Hadapi Pilkada
Irjen Sudjarno Cek Kesiapan Polda Lampung Hadapi Pilkada: BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Korps (Kakor) Sabhara Baharkam Mabes Polri, Irjenpol Sudjarno mengecek kesiapan pengamanan pilkada pada satuan Direktorat Shabara dan Pamobvit Polda Lampung, di Lapangan Korpri, Pemprov Lampung, Selasa (27/3/2018).
Selain itu, selengkapnya baca lampost.co
Selain itu, selengkapnya baca lampost.co
Minggu, 25 Maret 2018
Panwas Kota Kembali Usut ASN Berpolitik
Panwas Kota Kembali Usut ASN Berpolitik: BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandar Lampung kembali mengusut dugaan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga telah melanggar kode etik ASN. Terlapor berinisial NT karena diduga menunjukkan perbuatan yang mengindikasikan keberpihakan... selengkapnya baca lampost.co
Sabtu, 24 Maret 2018
Warga dan Tokoh Pugung Dukung Sam-Ni
Warga dan Tokoh Pugung Dukung Sam-Ni: KOTA AGUNG (Lampost.co)--Senamyak 700-an warga dan tokoh se-kecamatan Pugung, Tanggamus menyatakan mendukung dan siap bekrja memenangkn pasangn Samsul Hadi-Nuzul Irsan (Sam-Ni). Hal intu atas kesadaran mereka sendiri dan tanpa paksaan. Mereka mulai menyadari dan memahami Kabupaten Tanggamu harus maju.... Selengkapnya di lampost.co
Argentina Bungkam Italia 2-0
Argentina Bungkam Italia 2-0: Manchester (Lampost.co) -- Italia harus mengakui keunggulan Argentina dalam laga uji coba, Sabtu (24/3/2018) dini hari WIB. Gli Azzurri kalah dengan skor 0-2.
Bermain di Etihad Stadium, Manchester, Italia lebih banyak tertekan oleh Argentina meski Albicelester bermain tanpa Lionel Messi selengkapnya di lampost.co
Bermain di Etihad Stadium, Manchester, Italia lebih banyak tertekan oleh Argentina meski Albicelester bermain tanpa Lionel Messi selengkapnya di lampost.co
Rabu, 21 Maret 2018
Buron Setahun Lebih, Pelaku Curas yang Menewaskan Korban di Punggur Ditangkap
Buron Setahun Lebih, Pelaku Curas yang Menewaskan Korban di Punggur Ditangkap: GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Setelah buron hampir 20 bulan lamanya, tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan yang menewaskan korbannya di Punggur, Lampung Tengah, berhasil dibekuk polisi.
Satreskrim Polres Lampung Tengah berhasil membekuk tersangka Frengky Umbara (19)... selengkapnya baca lampost.co
Satreskrim Polres Lampung Tengah berhasil membekuk tersangka Frengky Umbara (19)... selengkapnya baca lampost.co
Senin, 19 Maret 2018
Lagi, BNN Tembak Mati Bandar Narkoba
Lagi, BNN Tembak Mati Bandar Narkoba: BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tak main-main memberangus peredaran narkoba di Lampung, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung kembali menembak pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu, dan menangkap tiga orang lainnya. Selengkapnya baca di lampost.co
Kamis, 15 Maret 2018
Dizolimi, Asrori Minta Mobilnya Dipulangkan
Dizolimi, Asrori Minta Mobilnya Dipulangkan: BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Merasa didzolimi atas putusan Pengadilan Negeri Metro dalam perkara penggelapan 1 unit mobil Toyota Avanza, Asrori (44), warga Jalan Bangau No.2 Kelurahan Hadimulyo Barat Metro Pusat, mengajukan gugatan perdata. Selengkapnya baca lampost.co
Rabu, 14 Maret 2018
Sprindik Sudah Diteken, KPK Segera Umumkan Calon Kada Terjerat Korupsi
Sprindik Sudah Diteken, KPK Segera Umumkan Calon Kada Terjerat Korupsi: JAKARTA (lampost.co) -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan akan segera mengumumkan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah peserta Pilkada 2018 yang terjerat korupsi. Menurut Agus, surat perintah penyidikan (sprindik) sudah diteken ... penasaran Baca lampost.co
Senin, 12 Maret 2018
Rencana Pembangunan Underpass Urip Belum Disosialisasikan
Rencana Pembangunan Underpass Urip Belum Disosialisasikan: BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pemerintah Kota Bandar Lampung belum menyosialisasikan rencana pembangunan underpass yang akan dilakukan Ditjen Perkeretaapian pada 2019 mendatang.
Sejumlah warga yang rumahnya di dekat perlintasan kereta api Jalan Urip Sumoharjo mengaku belum mengetahui ada
Sejumlah warga yang rumahnya di dekat perlintasan kereta api Jalan Urip Sumoharjo mengaku belum mengetahui ada
Balita Kembar Tenggelam, Deni dan Dena Ditemukan Tewas di Lubang Bekas Galian
Balita Kembar Tenggelam, Deni dan Dena Ditemukan Tewas di Lubang Bekas Galian: BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dua balita kembar, Deni Purnama (5) dan Dena Saputra (5) ditemukan tewas tenggelam di lubang bekas galian batu di proyek perumahan milik Heri Wijaya di Jalan Wan Abdurahman, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Senin (12/3/2018) se
Lagi! Jalan Berlubang Makan Korban, Pengendara Motor Tewas Terlindas
Lagi! Jalan Berlubang Makan Korban, Pengendara Motor Tewas Terlindas: BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Nasib nahas dialami Wayan Budi Utomo (39) warga Kampung Karang Anyar, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang. Ia tewas usai terlindas Fuso di jalan Yos Sudarso, di depan toko Gultom, Nanasan, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang.
Baca juga:
Baca juga:
Minggu, 11 Maret 2018
Ganggu Belajar, Ponsel Dibakar
Ganggu Belajar, Ponsel Dibakar: GANGGUAN merupakan hal yang paling tidak mengenakkan. Sebab semua kegiatan terganggu, dan tidak ada solusi yang didapatkan.
Nah... kik wat sai aga ngekhimuk, acak de tiusekh (Nah...kalau ada yang mau mengacau, lebih baik diusir).
Kali ini di Bangladesh, bukannya mencari pelaku yang mengg
Nah... kik wat sai aga ngekhimuk, acak de tiusekh (Nah...kalau ada yang mau mengacau, lebih baik diusir).
Kali ini di Bangladesh, bukannya mencari pelaku yang mengg
Abrar Dicopot, Shobarmen Jabat Dirnarkoba Polda Lampung
Abrar Dicopot, Shobarmen Jabat Dirnarkoba Polda Lampung: BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---Direktur Narkoba Polda Lampung Kombes M Abrar Tuntalanai dicopot dari jabatannya. Posisinya akan digantikan Kombes Shobarmen yang sebelumnya menjabat Kepala SPN Kemiling Polda Lampung. Pergantian tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/664/III/K
Dua Pejabat Tubaba Ditangkap Terkait Narkoba
Dua Pejabat Tubaba Ditangkap Terkait Narkoba: BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Dua oknum pejabat eselon IV di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) ditangkap Satnarkoba Polresta Bandar Lampung. Kedua pejabat tersebut ditangkap bersama dua teman wanitanya di salah satu hotel di Bandar Lampung, Jumat (8/3/2018) malam.
Kedua pejabat ter
Kedua pejabat ter
Rabu, 13 September 2017
Modus
SESEORANG yang melakukan sesuatu hal namun hanya untuk mencari keuntungan pribadi selalu melakukan modus alias modal dusta. Walau sering berhasil, modus pun bisa menjadi alasan masuk bui.
Kik buhung, sa senangun patut kik tihukum (Kalau berbohong, itu memang sesuai jika dihukum).
Seperti yang dilakukan seorang dokter ahli masalah imunologi di Australia yang diajukan ke pengadilan dengan tuduhan melecehkan belasan pasien perempuan. Pasalnya, sang dokter dituduh melakukan pemeriksaan alat kelamin dan anal karena alasan seksual, bukan alasan medis.
Seperti dilansir kantor berita ABC, dokter itu dikenai 66 dakwaan pelecehan seksual dan perbuatan tidak senonoh. Menurut pengadilan, pelanggaran yang dilakukannya terjadi selama 20 tahun di klinik itu. Baca juga : wat-watgawoh
Layau do niku, Duktekh. Ngubati bang mak benokh guwaianmu. Wat-wat gawoh (Kacau kamu, Dok. Mau mengobati kok malah aneh-aneh. Ada-ada saja).
sumber : https://goo.gl/YrQMk1
Selasa, 29 Agustus 2017
Malaman Pitu Likukh
Lampost.co -- Tradisi malaman pitu likukh sudah dimulai sejak zaman kuno. Namun tradisi ini tetap lestari hingga kini, meskipun ada sedikit penyesuaian di sana-sini sebagai bentuk adaptasi dari perubahan zaman.
Zaman Sekala Bkhak Kuno
Pada masa kekuasaan Ratu Sekekhummong, setiap bulan bakha pak belas di bulan Hali (purnama ke-14 pada bulan 11) dilakukan upacara persembahan kepada sang Dewa. Upacara ini dikenal dengan upacara ikhau. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh sang Ratu Agung yang dikenal sakti mandraguna. Untuk pelaksanaan upacara ikhau, Ratu Sekekhummong menitahkan agar seluruh negeri Sekala Bkhak dibuat terang benderang.
Oleh karena itu, untuk menghadapi upacara ikhau seluruh penduduk negeri dari jauh-jauh hari telah mengumpulkan batok kelapa sebanyak-banyaknya, seakan berlomba untuk menyuguhkan yang terbaik pada malam tersebut. Tiba bulan purnama, seluruh negeri terang benderang, dari atas disirami cahaya bulan nan indah, sedangkan di bawah pada setiap rumah penduduk terdapat penerangan dari tiga, empat, bahkan ada yang sampai tujuh titik batok kelapa.
Batok kepala itu disusun setinggi 1—2 meter, diperhitungkan baru padam menjelang terbitnya sang fajar. Malam itu begitu indah dan meriah karena ada tabuh-tabuhan, tarian, dan rapal mantra pujian kepada Dewa. Di sisi lain, malam itu juga mencekam karena pada malam itu seorang gadis suci nan jelita pilihan para pembesar negeri akan dikurbankan sebagai persembahan kepada Dewa. Sekiranya persembahan tersebut diterima, mereka meyakini bahwa pada malam satu Temu (malam pertama bulan dua belas) para Dewa akan menurunkan tujuh bidadari.
Oleh karena itulah pada malam satu Temu di negeri Sekala Bkhak kembali dilakukan Benderang Negeri dengan membakar batok kelapa, tetapi dengan suasana yang hening untuk menyambut turunnya tujuh bidadari. Zaman Paksi Pak Sekala Bkhak/Islam Seiring dengan masuknya Islam di bumi Sekala Bkhak, Sekala Bkhak kuno mengalami keruntuhan dan berdirilah Paksi Pak Sekala Bkhak dengan keyakinan yang baru, yaitu Islam. (baca juga : lampost.co)
Upacara ini tetap terwariskan, tetapi sudah bernuansa islami dengan sebutan baru malaman pitu likukh. Di bawah pimpinan Empat Umpu yang diangkat menjadi saibatin (pemimpin tertinggi di masing-masing kepaksian) dilakukan juga benderang negeri dengan membakar batok kelapa pada setiap malam 27 Ramadan, menyambut turunnya para malaikat ke bumi yang menandai malam lailatulkadar. (baca kuga : https://goo.gl/eugCPp)
Saibatin berkumpul dengan para penduduk negeri guna melakukan puja-puji keharibaan Allah swt, bermunajat bagi keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat. Pada malam menjelang 1 Syawal, yang disebut malaman buka dibi kembali dilakukan benderang negeri dan seluruh penduduk negeri diimbau berkumpul di masjid dan surau-surau untuk melantunkan takbir, tahmid, dan zikir.
Pada malam itu saibatin menitahkan agar seluruh penduduk negeri melakukan mandi di waktu subuh, bukan untuk menyambut kehadiran tujuh bidadari, tetapi mandi bulimau/keramas untuk melakukan salat id.
Sumber : https://goo.gl/F9gmaJ
Zaman Sekala Bkhak Kuno
Pada masa kekuasaan Ratu Sekekhummong, setiap bulan bakha pak belas di bulan Hali (purnama ke-14 pada bulan 11) dilakukan upacara persembahan kepada sang Dewa. Upacara ini dikenal dengan upacara ikhau. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh sang Ratu Agung yang dikenal sakti mandraguna. Untuk pelaksanaan upacara ikhau, Ratu Sekekhummong menitahkan agar seluruh negeri Sekala Bkhak dibuat terang benderang.
Oleh karena itu, untuk menghadapi upacara ikhau seluruh penduduk negeri dari jauh-jauh hari telah mengumpulkan batok kelapa sebanyak-banyaknya, seakan berlomba untuk menyuguhkan yang terbaik pada malam tersebut. Tiba bulan purnama, seluruh negeri terang benderang, dari atas disirami cahaya bulan nan indah, sedangkan di bawah pada setiap rumah penduduk terdapat penerangan dari tiga, empat, bahkan ada yang sampai tujuh titik batok kelapa.
Batok kepala itu disusun setinggi 1—2 meter, diperhitungkan baru padam menjelang terbitnya sang fajar. Malam itu begitu indah dan meriah karena ada tabuh-tabuhan, tarian, dan rapal mantra pujian kepada Dewa. Di sisi lain, malam itu juga mencekam karena pada malam itu seorang gadis suci nan jelita pilihan para pembesar negeri akan dikurbankan sebagai persembahan kepada Dewa. Sekiranya persembahan tersebut diterima, mereka meyakini bahwa pada malam satu Temu (malam pertama bulan dua belas) para Dewa akan menurunkan tujuh bidadari.
Oleh karena itulah pada malam satu Temu di negeri Sekala Bkhak kembali dilakukan Benderang Negeri dengan membakar batok kelapa, tetapi dengan suasana yang hening untuk menyambut turunnya tujuh bidadari. Zaman Paksi Pak Sekala Bkhak/Islam Seiring dengan masuknya Islam di bumi Sekala Bkhak, Sekala Bkhak kuno mengalami keruntuhan dan berdirilah Paksi Pak Sekala Bkhak dengan keyakinan yang baru, yaitu Islam. (baca juga : lampost.co)
Upacara ini tetap terwariskan, tetapi sudah bernuansa islami dengan sebutan baru malaman pitu likukh. Di bawah pimpinan Empat Umpu yang diangkat menjadi saibatin (pemimpin tertinggi di masing-masing kepaksian) dilakukan juga benderang negeri dengan membakar batok kelapa pada setiap malam 27 Ramadan, menyambut turunnya para malaikat ke bumi yang menandai malam lailatulkadar. (baca kuga : https://goo.gl/eugCPp)
Saibatin berkumpul dengan para penduduk negeri guna melakukan puja-puji keharibaan Allah swt, bermunajat bagi keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat. Pada malam menjelang 1 Syawal, yang disebut malaman buka dibi kembali dilakukan benderang negeri dan seluruh penduduk negeri diimbau berkumpul di masjid dan surau-surau untuk melantunkan takbir, tahmid, dan zikir.
Pada malam itu saibatin menitahkan agar seluruh penduduk negeri melakukan mandi di waktu subuh, bukan untuk menyambut kehadiran tujuh bidadari, tetapi mandi bulimau/keramas untuk melakukan salat id.
Sumber : https://goo.gl/F9gmaJ
Pulangkan Jimat
JIMAT biasanya dikenal sebagai benda yang diyakini membawa keberuntungan atau mendorong apa yang diinginkan empunya. Namun bagimana jika jimat itu berpindah tangan.
Nah... api gunani injuk mekhekheno, aga jadi bala gawoh (Nah... apa gunanya seperti itu, justru bakal menjadi kesialan).
Mungin itu yang terpikir oleh seorang veteran Korps Marinir Perang Dunia II yang mengembalikan jimat tentara Jepang. Jimat itu sebuah bendera yang diambilnya dari mayat seorang tentara Jepang yang tewas di Saipan pada 1944. (baca juga wwg di lampost.co)
Seperti dilansir UPI, bendera itu milik prajurit yang dirancang militer Jepang sebagai jimat keberuntungan. Veteran itu mengembalikan jimat kepada adik laki-laki dan dua saudara perempuan pemiliknya.
Nay ya tiulangko gawoh ana, mak dok angkuhni jam aniku. Wat-wat gawoh (Iyalah kembalikan saja, tidak ada gunanya denganmu. Ada-ada saja).
sumber : https://goo.gl/zKiWK2
Minggu, 27 Agustus 2017
Janji Sebudi
SEMBARI duduk di kursi dalam kamarnya, Kacung menggumamkan Hahiwang yang baru saja di bacanya dalam tulisan H Fauzi Fattah, dosen UIN Raden Intan Lampung. Koran edisi 20 Juli 2013 itu ditemukannya dari bungkusan barang belanjaan sahabatnya, Inem, di dapur, pagi itu.
....
Niku mena bulamban (Kamu duluan berkeluarga)....
Nyak tinggal cadang hati (Saya menahan sakit hati)...
Mejong nyak dilambung jan (Duduk di atas tangga)...
Miwang ngagigik jakhi (Menangis gigit jari) ...
Mati sakik ni badan (Alangkah sakitnya badan) ...
Bukhasan kena budi (Berencana nikah kena bohong) ...
"Memang terasa kalau dibohongi dengan janji. Sakitnya tuh di sini...." gumam Kacung sambil tersenyum sendiri di kamar.
Tiba-tiba muncul sahabatnya, Inem, dan menegurnya dengan jeritan. "O alah, Bang.... di sini toh. Pantesan siang ini belakang rumah sepi tanpa dirimu."
"Ana kidah... niku, Nem, tekanjat sikindua. Orang lagi asyik dengan Hahiwang, syair kepedihan nasib bahasa Lampung," kata Kacung. "Begini, Nem, kalau cakhani sekam kik sakik ati, bupantun. Bukannya dendam dan anarkis."
"Memang begitu adat istiadat yang baik itu, Bang. Tetap berbesar hati walau telah dibohongi, berserah diri. Gusti mboten sare...," kata Inem.
"Jangan seperti janji politik. Lain yang dijanjikan, lain pula yang dilakukan," ujar Inem.
"Seno do Nem sai Janji Sebudi itu. Waktu kampanye, banyak yang dijanjikan yang mbangun ini-itu, bantuan ini-itu. Waktu mereka sudah jadi, ingat pun tidak," ujar Kacung.
"Tapi rakyat tetap saja memilihnya, apa sebab? Halok manei-plitik ya."
"Ya seperti mbangun dengan uang utang. Enak wae utang, sing mbayar yo kawulo. Kalau tidak menjabat lagi, aman dia. Lah awak dewe sing terus mbayar utange, flyover ora dadi-dadi," keluh Inem. (baca : lampost.co)
Kacung langsung menimpali, agar sahabatnya tidak terlalu jauh bicara politik. "Itulah, Nem, janji politik sama dengan janji sebudi. Jadi politik sama dengan sebudi... wah... udah, Nem, jangan keterusan, bahaya."
Kacung terus nyerocos, "Janji sebudi itu... sakitnya tuh di sini," kata Kacung sembari menunjuk arah dadanya.
"Alah, Bang... lha sampean janji-janji arep ngerabi opo udu janji sebudi. Ayo kapan realisasinya," kata Inem. Astaghfirullah...
sumber : https://goo.gl/RTPhno
Kamis, 23 Maret 2017
Khazanah Keilmuan dalam Masyarakat Lampung
MEMAHAMI khazanah keilmuan dalam tradisi masyarakat lokal tentunya membutuhkan kajian historis dan faktual, lebih tepatnya melalui penelitian ilmiah agar lebih objektif, logis, dan akademis. Namun, tulisan ini belum menjelaskan secara perinci tentang kejayaan budaya masyarakat dan khazanah keilmuan yang seharusnya dapat diukur dari pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang dianut dengan yakin dan benar serta diamalkan dengan konsisten dalam realitas kehidupan keseharian.
Memang sebenarnya dialektika sejarah sosial keagamaan membuktikan perkembangan khazanah ilmu pengetahuan membawa pencerahan tersendiri bagi masyarakat Lampung. Meski secara akademis sebenarnya banyak peluang untuk melakukan rekonsiliasi dan sinergisitas antara Islam dengan ilmu pengetahuan, tekonologi, dan pembangunan, ternyata kejayaan budaya dan khazanah keilmuan dalam tradisi masyarakat dapat dijelaskan dari mengerti tentang pandangan masyarakat tentang agama dan manusia dan pengamalan ibadahnya dalam realitas sosial.
Pandangan tentang Agama dan Manusia
Perspektif historis menjelaskan dalam tradisi masyarakat Lampung terdapat pemikiran keagamaan yang cukup dipahami dan diamalkan. Sebab, Islam sebagai agama wahyu yang diturunkan Allah Swt disebut agama fitrah, artinya agama yang sesuai dengan hakikat manusia.
Islam diturunkan untuk menjaga manusia agar tetap pada fitrahnya. Untuk memahami khasanah keilmuan dapat diawali dari menjaga fitrah manusia yang pada hakikatnya aspek jasmaniah dan aspek rohaniah yang difungsikan untuk memahami dan mengembangkan ilmu, pengetahuan, dan teknologi yang sangat dinamis.
Memang pada dasarnya, aspek jasmaniah dalam Islam disebut syariat Islam, yaitu aturan-aturan manusia dalam hubunganya dengan Allah dan aturan hubungan manusia dengan manusia dan lingkungannya, sedangkan aspek rohaniah dalam Islam disebut “at-Tauhid” atau akidah Islam, yaitu kepercayaan kepada Allah swt, malaikat, rasul, kitab, hari akhir, dan takdir Allah.
Napas dari ajaran Islam terlihat dalam kepribadian, yaitu aspek-aspek mentalitas, moral, akhlak, dan amal saleh yang berlandaskan keimanan yang diterapkan berdasar syariat Islam. Di atas landasan keimanan manusia diperintah untuk melaksanakan syariat Islam dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Berarti, kejayaan masyarakat dipahami sejak masuk dan berkembangnya agama Islam yang teraktualisasi dalam kehidupan masyarakat Lampung.
Tak dapat dimungkiri, di kalangan orang Lampung banyak yang memahami bahwa manusia yang beriman dan menjalankan syariat Islam dengan baik dan benar dapat hidup secara beirmbang antara aspek-aspek rohaniah dan jasmaniahnya. Dalam suasana keseimbangan ini kualitas perilaku keberagamaan akan tumbuh dengan baik sehingga terbentuk sosok manusia yang berkepribadian dengan berlandaskan iman dan takwa dan dalam keseimbangan kedua aspek ini pula.
Karena itu, pertama, pada hakikatnya manusia adalah makhluk Allah, keberadaan manusia di dunia ini bukan kemauan sendiri atau hasil proses evolusi alami, melainkan kehendak Yang Mahakuasa, Allah Robbul 'Alamin.
Dalam hubungan ini, manusia menempati posisi sebagai ciptaan dan Allah sebagai pencipta. Pada posisi sebagai ciptaan manusia harus taat, tunduk, dan patuh (menghambakan diri) kepada Allah sebagai penciptanya. Berarti, manusia dalam hidupnya mempunyai ketergantungan kepada Allah. Manusia tidak bisa lepas dari ketentuan Allah.
Kedua, manusia sebagai makhluk, berada dalam posisi lemah, dalam arti tidak bisa menolak, menentang, atau merekayasa yang sudah dipastikan Allah, dengan kata lain manusia wajib beriman pada qada dan qadar sebagai takdir atau ketentuan baik dan buruk dari Allah swt., demikian dikemukakan Yusuf (2002:133—135).
Sebenarnya banyak peluang untuk merekonsiliasi Islam, budaya lokal, dan ilmu pengetahuan, sebab tradisi-tradisi yang berkembang dalam masyarakat selama ini sering menjadi matrik kebudayaan. Tradisi-tradisi tersebut menyediakan pemikiran yang dapat berkembang pada masa yang akan datang, dasar pengalaman, institusi-institusi yang berpengaruh, begitu juga memiliki kesempatan perbedaan yang fundamental, perselisihan, dan peperangan yang telah membentuk sejarah banyak masyarakat.
Secara global, tradisi-tradisi keagamaan tidak hanya merupakan sumber-sumber penting kebudayaan masa lalu, kekayaan warisannya dapat memberi kita jalan lain yang sama pentingnya untuk membantu berpikir secara kreatif sejalan dengan perkembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi dewasa ini dan masa depan masyarakat Lampung yang bermartabat. n
Langganan:
Postingan (Atom)

